WELCOME TO THE OFFICIAL WEBSITE OF SUED (STUDENT UNION OF ENGLISH DEPARTMENT ) IN VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO UNIVERSITY

FGED " Halloween " Explore Your Self

Acara tahunan yang diselenggarakan SUED untuk memperkuat keakraban antar mahasiswa FKIP Bahasa Inggris Universitas Veteran Bantara Sukoharjo.

English Storytelling Competition 2013

English Storytelling Competition adalah acara yang diselenggarakan SUED untuk mengembangkan bakat berbahasa inggris siswa SMA/SMK se-karesidenan Surakarta, sekaligus ikut merayakan Dies Natalis kota Sukoharjo.

BULETIN SUED 2012 : Edisi Pertama Tahun 2012

Penampakan Buletin SUED edisi pertama di tahun 2012.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

21 Maret 2012

OMT 2011 / 2012

Awal perjuangan  kembali dikibarkan untuk mengibarkan setingginya bendera UNIVET dan dan khususnya SUED (Student Union English Department). Banyak kejadian yang muncul dan pasti akan dihadapi kelak dan untuk semua itu diperlukan sebuah pelatihan dan tentunya hubungan FBI (friendship, balanced, idea)  untuk  memantapkan agenda – agenda yang telah disiapkan sebelumnya.
Dan untuk mengwali semua itu sued sendiri mempunyai agenda nynag dikenal dengan OMT… OMT… OMT… OMT adalah kependekan dari Organization Management Training, disini merupakan pematanapan dari para pengurus SUED merekrut anggota  SUED baru dengan kekonsisten dan solidaritas mereka dengan SUED sendiri., nah ada sedikit banget cerita tentang perekrutan SUED tahun 2011 / 2012 J
Pada tanggal 15-16 Januari 2012 diadakannya acara pengakraban pengurus SUED tahun 2011-2012 atau mungkin lebih dikenal dengan diklat pengurus. Acara ini dipimpin oleh Mas Darman dan penanggung jawab mas Iskandar selaku ketua SUED tahun kepengurusan 2011-2012 yang diadakan di Hotel Garuda Tawangmangu. Acara ini dmulai pada pukul 07.00 (15 Januari 2012) sampai 13.00 (16 Januari 2012). Banyak kenangan, cerita sedih, senang, bahagia yang terungkap di OMT tahun ini...
Yang pasti alhamduillah OMT tahun ini bisa dikatakan berhasil. Berikut adalah pesan dan kesan dari para pengurus SUED 
kata mas Ronald Dewa Hutomo Putro Lo mnurutku.....OMT sudah berkembang dari tahun ke tahun.....berarti pengurus baru sudah brhasil mengembangkannya....dari segi Fasilitas sudah Bonavit.....dari segi acara 77% OKE
kata Mas Iskandar "OMT kita alhamdullilah lancar, makasiih temen2 q bangga ma kalian. Thanx so much,
“SUED BRAVO GO! GO! GO!"

Kritik dan saran bisa langsung di coment di sini atau kirimkan saja ke markas SUED atau email jonouchi96@yahoo.com
Sekecil kritik dan saran Anda akan sangat berguna bagi kekonsistenan SUED
Terima kasih



15 November 2011

Proposal

Proposal ini mengenai pengajuan acara Retell Story Competition.
buat yang butuh bisa download DI SINI

Mahasiswa Butuh SoftSkill



Apa sih indikator yang membuat kita sukses di kampus?
-          Pinter, IP = 4?
-          Tampang cool? Keren?
-          Banyak cewek? atau,
-          Kaya raya?

I don’t think so. Jawabannya adalah IZIN TUHAN. Kemudian menyusul dibelakangnya adalah prestasi dan SOFTSKILL. Lalu apa itu softskill? Dan seberapa pentingkah softskill sebagai kunci kesuksesan?
            Softskills adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Intelligence Quotient) seseorang, yang dapat dikatagorikan /klusterkan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasan, keramahan, optimasi. Softskills adalah 'berbeda' dengan hardskills yang menekankan kepada IQ, artinya penguasaan ilmu pengetahuan, teknolgi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Softskills dapat dilatih sejak sebelum lulus kuliah. Untuk mengasah softskills, seimbangkan aktivitas akademik & non akademik, serta jangan hanya lulus dengan gelar saja.
Mengapa perlu?
Bisa kita lihat sebagai contoh pemain sepak bola. Hardskillnya (kemampuan teknis) adalah berlari, menendang, berebut bola. Tapi softskillnya yaitu kemampuan bekerjasama, mengambil inisiatif, keberanian mengambil keputusan, dan gigih. Artinya pemain bola dikatakan sukses/profesional tidak hanya dilihat karena tendangannya yang keras/bagus, lari yang kenceng, atau bisa berebut bola, tapi juga ada peran penting dari segi softskillnya tadi. Jadi intinya pintar saja tidak cukup untuk menuju kesuksesan, tanpa adanya softskill.
            Kebiasaan dunia industri adalah memberikan sederet Kompetensi baik Teknis (hardskill) maupun Non Teknis (softskill) dalam proses recruitment. Namun pada umumnya jenis kompetensi non teknis lebih banyak. Sebenarnya yang diinginkan oleh para pendidik maupun pengguna lulusan, adalah lulusan yang memiliki pengetahuan luas, memiliki keterampilan untuk menggunakan ilmunya di dunia kerja dan bersikap serta berperilaku menurut etika dan norma yang berlaku di masyarakat. Selain memiliki pengetahuan dan teknologi di bidangnya, lulusan juga mampu untuk bekerja mandiri dan bekerjasama dalam tim, mampu berfikir logis dan analitis serta berkomunikasi lisan/tulisan dengan baik. Bagaimanapun juga kompetensi inilah yang ingin dihasilkan dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi.
Lalu, gimana cara meningkatkan kemampuan softskill kita?
            Memang tidak ada mata kuliah khusus “softskill”, tapi banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkannya.
1.      Proses Pembelajaran
         Saat ini soft skill dikembangkan tidak harus melalui satu mata kuliah khusus, melainkan diselipkan di setiap mata kuliah. Contoh: dalam penugasan ke mahasiswa bisa berbentuk: presentasi, tugas kelompok, diskusi, dll.
            Pada prinsipnya pengembangan softskill menjadi hidden curriculum. Hal ini lebih ampuh karena dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik minat dan menyenangkan. Peran dosen dalam hal ini adalah: Membangun proses dialog, menangani dinamika kelompok, terlibat dalam memotivasi mahasiswa, mengintroduksi berpikir kritis, dan memberdayakan kurikulum tersembunyi (Empowering Hidden Curriculum).
2.      Kegiatan Kemahasiswaan
            Kegiatan kemahasiswaan harus dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan personal growth. Setiap kegiatan harus terencana, terprogram dan tersistem. Setiap kegiatan sebaiknya ada coach atau mentor yang membimbing, walaupun tidak setiap saat harus didampingi. Dibutuhkan peran aktif dari mahasiswa itu sendiri untuk mendapatkan manfaat dari yang satu ini. Sebagai contoh, kita manfaatkan organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di universitas. Kita bisa ikut berpartisipasi secara langsung maupun tidak langsung. Ada HMP (Himpunan Mahasiswa Program Studi) yang terdapat pada masing-masing program studi, dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang menyangkut minat dan bakat tertentu. Dan berbagai aktivitas lain diluar formal akademik juga merupakan kegiatan extra untuk pengembangan softskill.
            Jadi kawan-kawan ku, tidak akan rugi jika kita masuk ke dalam aktivitas peningkatan softskill seperti di atas, asalkan dengan niat yang positif dan tidak setengah-setengah serta tidak mengambil keuntungan secara material, akan tetapi pengalaman dalam bidang softskill akan bermanfaat dalam bersosialisasi di masyarakat. Semua itu tidak akan berhasil pula tanpa adanya dedikasi dan loyalitas.
            Hidup Mahasiswa!!!!

09 Desember 2010

Mari Bermetamorfose Dengan Disiplin


“KEDISIPLINAN adalah jantung kehidupan manusia yang mau meraih kesuksesan. Sebab, tanpa disiplin yang keras dan berkesinambungan, seseorang tidak mungkin dapat mengembangkan diri secara optimal.”
           
Dewasa ini, generasi bangsa telah salah dalam mengadopsi budaya asing yang dibawa kapitalisme dan globalisasi. Bukan kemalasan dan foya-foya yang seharusnya ditiru, melainkan kegigihan, tanggung jawab, dan disiplin yang tinggi. Rupanya dalam hal ini kita harus banyak berguru dari bangsa jepang, yang memiliki budaya tanggung jawab yang tinggi dan prinsip disiplin yang tegas.
Cerita ini, adalah sebagai refleksi kecil di adopsi dari pengamatanku pada sebuah kisah seorang teman :
            Aku mengawali hari ini dengan segala kecerobohan sehingga bertubi-tubi masalah kutemui hari ini. Sejak aku bangun kesiangan, aku tidak sempat sholat subuh. Hari ini mati lampu, air di kamar mandi macet, terpaksa aku antri mandi di sumur tetangga, akhirnya dengan terburu-buru akupun mandi. Segera mengenakan pakaian untuk kuliah yang belum sempat disetrika. Segera mempersiapkan jadwal kuliah hari ini. Dan ternyata hari ini ada ulangan, semalam belum sempat belajar untuk materi ulangannya.
             Belum lagi kegalauanku hilang, kini aku harus berhadapan dengan dosen mata kuliah pertama yang telah siap dengan ribuan pertanyaan yang siap ditembakkan kepadaku. Huh, aku pasrah, piye meneh? Semua ini salahku.
            Hari ini, aku benar-benar tak bisa berkonsentrasi, aku tidak bisa memahami soal-soal. Aku benar-benar takut jika nilai-nilaiku buruk. Aku malu dengan teman-teman. Dan aku juga takut mengecewakan kedua orang tuaku yang sudah bersusah payah bekerja keras, mencari uang untuk biaya kuliahku. Aku merenung dan menelaah kembali mengapa keruwetan ini terjadi. Kesulitan mengatur waktu bagiku merupakan masalah besar. Kesibukanku selalu kujadikan alasan untuk tidak belajar. Banyaknya kegiatan di luar KBM dan banyaknya tugas-tugas di kampus membuatku lelah mengulang kembali materi yang diberikan dosen. Aku mulaii putus asa.
            Setelah merenung dan berbicara dengan seorang kawan, akhirnya aku mampu menghilangkan keterpurukanku, keputusasaanku. Ternyata keruwetan hidupku, nilai-nilaiku yang beranjak buruk, bukan karena banyaknya kegiatan yang kuikuti. Itu semua karena ketidakmampuanku mengelola waktu.
            Dan kini aku telah menemukan jalan keluar mengatasi hal itu. Hal pertama yang kulakukan adalah berdisiplin dalam hal apapun. Seperti kata pepatah “DISIPLIN ADALAH KUNCI UTAMA MENUJU SUKSES”. Terutama disipin waktu, orang Jepang mengatakan “WAKTU ADALAH UANG”. Dan jangan menyalah artikan bunyi pepatah “LEBIH BAIK TERLAMBAT DARIPADA TIDAK SAMA SEKALI” atau “ALON-ALON WATON KELAKON”. Kita itu harus berusaha tepat waktu.
            Kumulai dengan memprogram jadwal seluruh kegiatanku, dari hal yang sepele sampai hal yang terpenting. Dalam hal ini dibutuhkan ketaatan dan kepatuhan dalam melaksanakannya. Walau awalnya sulit, tapi lama-kelamaan terasa manfaatnya. Meski tidak semua hasilnya sesuai yang aku inginkan, tapi semua kegiatanku bisa di jalankan dan diselesaikan tepat waktu.
            Kedisiplinan memacu seseorang untuk bisa meraih kesuksesan, terutama bagi aku sebagai mahasiswa kedisiplinan sangat dibutuhkan apalagi dalam mengolah waktu dengan baik atau dikenal dengan manajemen waktu. Aku tidak menunggu/menunda dalam  melakukan sesuatu, sekarang dan untuk selanjutnya, berkonsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan, tidak buru-buru atau tergesa-gesa, aku sadar waktu akan terus berputar dan aku tetap melakukan dengan santai, mencoba merespon dengan cepat apa yang harus kulakukan, “cepat kerjakan dan jangan menunggu lama.   Dengan berdisiplin, tidak ada lagi tugas-tugas yang menumpuk, nilai-nilaku juga mulai mampu memenuhi target. Aku juga mencoba mandirii dalam hal apapun. Semua yang dapat kulakukan, ku coba untuk kerjakan. Kurasa disiplin adalah hal terpenting dalam hidup ini. Jadi kenapa harus di tunda? Kita tanamkan disiplin sejak dini, ayo mulai detik ini. Dimulai dari diri sendiri, dengan berusaha menolong diri sendiri tanpa berusaha menjatuhkan yang lain, sama halnya kita menolong Indonesia dari masalah kedisplinan. Aku yakin, jika kita telah berdisiplin, kita bisa menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
           
Oleh : Arini Zahrohtushita